Kata Pengantar……………………………………………………………………………1
Daftar Isi............................................................................................................. ……….2
Bab I
Pendahuluan.............................................................................................. ……….2
A. Latar Belakang Masalah..................................................................... ……….3
B. Rumusan Masalah............................................................................... ……….3
C. Tujuan Pembahasan ........................................................................... ……….4
Bab II
Pembahasan............................................................................................. ……….5
A.
Perjalanan Hidup manusia dari Alam Ruh
Hingga hari Akhirat …………,..10
B.
Ragam Orientasi Hidup Manusia ...................................................... ………15
C.
Tujuan dan Fungsi Penciptaan Manusia ……………………………………18
D.
Hidup Sukses dalam Pandangan Al Quran …………………………………23
Bab III Penutup.................................................................................................. ……...24
A. Kesimpulan......................................................................................... ……...24
B.
Saran................................................................................................... ……...24
Daftar Pustaka.................................................................................................... ……...25
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Semakin
modern dan canggihnya ilmu pengetahuan semakin majunya peredaran zaman dan
manusiapun menjadi beragam. Manusia memang harus mengetahui apa yang akan di kerjakan
sehingga bisa mendapatkan hal-hal yang baik dan meggunakan akal sehatnya. Dalam
hubungan manusia dan alam semesta, jika ia bertanya kepad diri sendiri, “ Bagaimana
saya ada ? ia akan menjawab saya ada entah bagaiman dalam penalaran demikian ia
akan menjalani kehidupan tanpa perna merenungkan masalah-maslah seperti itu, ia
memahami fakta bahwa ia di ciptakan. Dengan mengeal mpenciptanya, ia berusaha
memahanmi tujuan untuk apa ia di ciptakan tuhan. Bagi sipa yang igin memahami
alam semsta terhadap kitab petunjuk yaitu adala Al Qu’ran. Mulai dari tampak (
Syadah smapai yang tidak tampak Ghoib ), Dari yang berwarna sampe yang tidak
bernyawa dan dari yang ada di dalam perut ini sampai yang ada di ruang angkasa
yang di penuhi beribu- ribu miliar bintang dan itu membuat kita bertanya untuk
apa alam semesta itu di ciptakan siapa yang menciptakan alam semsta ini..?
bagaimana cara terbentuknya alam semsta ini..? pertanyaan ini membuat para
ilmuan untuk melakukan penelitian dan melahirkan berbagai teori dalam
penciptaan alam semesta.sebenarnya penciptaan dunia atau alam semesta.
Sebenarnya penciptaan dunia atau alam
semesta ini sudah di jelaskankan semua lewat Al- Qur’an.
B.
Rumusan Masalah
Manusia dan Kehidupan:
1. Perjalanan
Hidup Manusia dari alam ruh hingga hari akhirat
2.
Ragam
orientasi hidup manusia
3.
Tujuan
dan fungsi penciptaan manusia
4.
Hidup
sukses dalam pandangan al-Qur’an.
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui perjalanan manusia dari alam ruh hingga Akhirat
2.
Untuk
mengetahui ragam orientasi hidup manusia
3.
Unutuk
mengetahui tujuan dan fungsi penciptaan manusia
4.
Untuk
mengetahui cara hidup sukses dalam pandabnagan Al – Qur’an
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Perjalanan Hidup Manusia dari Aalam Ruh Hingga Hari
Akhirat
1.
. Asal – usul kejadian manusia
Ada 3 hal yang akan diuraikan pada
bagian ini, yaitu unsur unsur pada penciptaan manusia, penciptaan Adam As, dan
penciptaan anak cucu Adam As.
a.
Unsur – unsur penciptaan manusia
Keberadaan
manusia yang mudah untuk dikenali adalah bentuk fisik atau tubuhnya. Unsur terpenting
yang membentuk susunan tubuhnya adalah air, sebagaimana firman Allah pada
S.Al-Anbiya’ayat 30.
Artinya
: “dan apakah orang – orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara
keduanya, dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah
mereka tiada juga beriman ?”.
Ayat
ini menjelaskan bahwa semua benda yang hidup (termasuk manusia ) dijadikan dari
air sebagai salah satu komponen yang terpenting, kenyataan ini dapat dikaji
secara ilmiyah pada pada semua kehidupan yang ada di muka bumi. Mengingat semua
makhluk hidup tersusun dari timbunan sel hidup, dan air merupakan satu komponen
yang paling penting dari bangunan sel. Air meliputi susunan selaput plasma,
sitoplasma dan nukles dari organ sel. Setelah air menyatu dengan sel, maka
gerakan larutan dalam sel menunjukan adanya kehidupan yang penuh misteri. Tanpa
air, manusia (termasuk makhluk lainya) tidak mungkin hidup.
Unsur
kedua adalah tanah, bumi atau tanah mengandung beberapa zat, seperti zat besi,
emas, perak, kalsium, dan beberapa zat lainnya. Di samping itu beberapa zat
kimia yang membantu dalam pembentukan dan pewarnaan tanah, sehingga warna tanah
dan tempat satu dengan lainnya berbeda. Seperti daerah padang pasir tanahnya
cenderung kekunung- kuningan, sedangakan didaerah tropis tanahnya cenderung
berwarna kecoklat – coklatan. Bahkan, suatu wilayah atau satu kecamatan antara
desa satu dengan desa lainnya warna tanah berbeda. Sebagai wujud keterkaitan
antara beberapa zat dan warna yang ada ditanah, juga rahasia Allah dalam
penciptaan manusia, maka hasil dari penciptaan ini melahirkan warna kulit yang
berbeda, ada yang hitam, putih, sawo matang, dan lainya.
b.
Penciptaan manusia pertama (Adam As)
Al
– Qu’ran tidak menguraikan secara rinci
proses penciptaan Adam yang mayoritas ulama menamai manusia pertama, dan secara
garis besarnya yang disampaikan adalah (1) bahwa awal manusia adalah tanah, (2)
bahwa tersebut disempurnakan. (3) setelah proses penyempurnaan selesai, maka
ditiupkan kepada RUH Ilahi, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hijr 28-29
dan QS. Shad 71-72. Penjabaran dari surat kedua ini bila dikaitkan dengan
ketiga poin tentang penciptaan Adam, maka saling memperkuat antara QS. Al- Hijr
ayat 28- 29 dengan QS. Shad ayat 71-72. Untuk itu maka surat yang digunakan
untuk menguraikan pada QS. Al – Hijr ayat 28-29 sebagai berikut
٢٨,وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ
صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
٢٩فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي
فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِين
Artinya
: “ dan (ingatlah), ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “
Sesugguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari taah liat kering (yang
berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”
Penjelasan
ayat 28 lebih difokuskan pada kata “ basyara’’, di ambil dari kata bahsyara
yang artinya kulit. Kata ini biasanya di artikan dngan manusia, sehingga yang
nampak dari manusia adalah kulitnya. Dengan demikian, penekanan pada kata ini bila
dikaitkkan dngan penciptaan Adam as, adalah :
1. Sosok
anggota tubuh anatara pencipta adam as, demam manusia sesudahnya ( anak cucu
adam ), dimana masing – masing anggota tubuh memilii kepala, dua mata, dua
telinga, hidung dang anggota lainnya.
2. Penciptaan
\adam as, deganmanusia sesudahnya masing-masing memiliki naruli yyang sama
seperti : haus, lapar, dorongan seksual, cemas, gembira, berharap.
Jika
kehidupan diibaratkan halte atau tempat peristirahatan, maka sakaratul maut
adalah gerbang menuju terminal pertama. Sebelum menuju terminal awal dari
perjalanan ini, kedahsyatan digerbang sakaratul maut, Allah berfirman :
Jika
kamu melihat diwaktu orang – orang yang zhalim berada dalam sakaratul maut
sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata : keluarkanlah
nyawamu, dihari ini kamu akan dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan (Al
An’am (6) :93)
Imam
Ar- Raghib AL- Asfahani dan para ulama lainnya menjelaskan bahwa istilah
sakaratul maut diambil dari kata dasar sakara, yang yang berarti mabuk atau
kehilangan akal. Dalam bahasa arab, kata sakara paling banyak digunakan untuk
makna ‘mabukkarena meminum minuman keras’. Terkadang juga digunakan dengan kata marah, rindu
berat, pingsan karena beratnya rasa sakit. Inilah yang dimaksud dengan sakaratul
maut. Detik- detik menegangkan saat nyawa akan ikeluarkan oleh malaikat dari
jasad seorang hamba dinamakan sakaratul maut, karena pada saat itu orang yang
mengalaminya berada dalam keadaan setengah sadar dan setengah pingsan, dia
tidak berada di alam dunia, pun belum sepenuhnya memasuki alam akhirat.
Alam
barzakh, terminal awal menuju perjalanan panjang
Perjalanan
ini dimulai dari sebuah lubang kecil disatu sudut bumi, yang mendidingkan tanah
dan batu. Itulah liang kubur rumah masa depan setiap manusia, tempat sempit
gelap yang menakutkan, yang akan
meremukkan setiap tulang dan memisahkan setiap persedian, yang segera melumat
daging dan menghancurkannya.
Alam
barzakh adalah persinggahan pertama sebelum manusia menuju alam keabadian.
Setiap manusia akan melewati jenjang ini, takkala munkar dan nangkir akan
bertanya tentang siapa rabb mereka, apa agama yang dipeluknya, kitab suci apa
iimaninya juga tentang manusia agung yang mulia; Muhammad saw. Jika ia seorang
mukmin sejati semua pertanyaan itu akan dijawab dengan penuh mantap, yakin dan
percaya diri bahwa itulah jawaban yang diinginkan, Allah pun akan meneguhkan
hatinya untuk tetap memegang teguh kalimat itu hingga dikuburnya. Malaikat
tersenyum dengan jawaban yang diberikan, diperlihtkannya tempat kembalinya
kelak.
Adapum
mereka yang kufur dan ingkar, jawaban yang keluar dari mulutnya selalu sama ;
aku tidak tau , aku tidak pernah mendengar. Setidaknya munkar dan nangkir
mengulang pertannyaan serupa hingga dua kali, namun jawabanya yang diperoleh selalu
sama. Semkin geram keduanya, dihantamkannya tubuhnya dengan palu besi, yang
jika palu tersebut diarahkan kegunung
batu, niscaya ia akan menjadi abu. Saat palu besi membara itu menyentuh
tubuhnya, mulutnya melengking dan mengerang dengan erangan yang dapat didengar
oleh seluruh makhluk selain manusia dan jin.,
2. Hari berbangkitnya seluruh makhluk
a.
Ditiupnya dapat dibayangkan bagaimana
nasib manusa – manusia sial yang menyaksikan hancurnya alam semesta.
Saking
dasyatnya ada diantara mereka yang tengah hamil kemudian gugur kandungannya
seorang ibu yang tengah menyusui bayinya secara tidak sadar melempar bayinya
lalu berlari untuk mencari keselamatan. Bahkan, seorang anak kecil tiba –tiba
rambutnya beruban, manusia seperti orang – orang yang sedang mabuk berat,
padahal mereka tidak mabuk, melainkan adzab Allah yang sangat keras.
Ternyata
dahsyatnya proses kehancuran alam semesta yang ditandai dengan ditiupnya
sangkakala pertama tidak hanya dirasakan oleh mereak yang masih hidup, bahkan
orang – orang yang dikubur pun akan merasakan dasyatnya faz’ul akbar. Hanya
orang – orang yang Allah khususkan dengan rahmanya –Nya saja yang selamat dari
bencana faz’ul akbar ini, mereka itu adalah orang –orang sayhiddi jalan-Nya
saat memerangi orang – orang kafir, atau sedang ribath dijalan-Nya. Mereka
benar – benar tentram dan tenang disaat penghuni kubur lainnya tersiksa karena
kerasnya faz’ul akbar.
Artinya
: “hai manusia, bertaqwalah pada rabb kalian, sesungguhnya kegoncangan hari
kiamat itu adalah suatu kejadian yang amat besar (dasyat), (ingatlah) pada hari
(ketika) kalian melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui
anak dari anak yang disusukannya dan gugurlah seluruh kandunganwanita yang
hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabukpadahal sebenanya mereka tidak
mabuk akan tetapi adzab Allah sangat keras. (AL- Hajj [22]:1-2).
b.
Hari kebangkitan semua yang mati
Mereka
dibangkitkan sesuai dengan kondisi masing – masing sebelum mereka meninggal
dunia . jika kehidupan diakhiri dengan kesyahidan, dengan kondisi darah yang
menetes, maka dihari kiamat nanti akan menghadap Allah dengan pakaian dan tubuh
yang berlumur darah, warnanya merah namun harumnya semerbak misik. Begitu pula
orang yang berihram dibangkitkan dengan bertalbiah.
Namun celakalah bagi mereka yang
mati membunuh dirinya, mereka akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat
kematiannya.
3. Berbagai peristiwa saat manusia
dikumpulkannya
Padang
masyar merupakan persinggahan yang membuat setiao jantung manusia berdegup
kencang, mata mereka terbelalak tak sanggup terpejam dan semua berada dalam
puncak rasa tegang. Masa penantian yang meski hanya sehari dalam akhirat, namun
orang – orang kafir dan para pendosa itu merasakan bagai 50.000 tahun. Ditengah
padang luas yang tak bertepi inilah seluruh makhluk ,jin,manusia bahkan
binatang dari sejak awal penciptaan hingga yang terakhir akan dikumpulkan.
Dalam suasana yang tidak menentu, mereka akan mengalami beberapa kejadian yang
semakin membuat mereka tersiksa.
a.
Matahari akan didekatkan
Pada
hari itu matahari didekatkan kekepala makhluk (manusia) sampai jarak satu
mil.Keringat - keringat yang keluar
sesuai kadar dosa mereka didunia itu begitu menyiksa, belum lagi lamanya
menunggu keputusan Allah swt bagi masing – masing hamba. Padahal hamba yang
dikumpulan dipadang mahsyar sangat banyak, entah berapa miliar atau triliyun
manusia dan jin, hanya Allah swt semata yang mengetahui jumlah mereka yang
sebenarnya. Setiap orang menunggu giliran untuk dipanggil, diadili dan menunggu
keputusan Allah. Padahal satu hari diakhirat adalah sama dengan seribu tahun di
dunia. Sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah:
Artinya : sesungguh sehari disisi Rabbmu
adalah seperti seribu tahun menurut penghitungan kalian. (AL-Hajj[22]:47)
b.
Padang mahsyar
Setelah
semua makhluk hidup dibangkitkan dari alam kubur, mereka mereka digiring
kesebuah tempat pengumpulan (AL-Mahsyar).tempat tersebut bukanlah bumi yang
saat dipijak oleh manusia, karena bumi dan langit telah hancur musnah pada
tiupan sangkakala yang pertama. Pada saat itu Allah telah menggantikan bumi dan
langit dengan bumiyang baru, yang sama sekali berbeda dengan bumi dan langit
yang saat ini ada.
Sebagaimana
disebutkan oleh firman Allah :
Artinya: (yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti
dengan bumi yang lain dan (demikian pula dengan langit), dan mereka semuanya
(dipadang mahsyar) berkumpul menghadap kehadirat Allah yang maha Esa lagi maha
Perkasa. (ibrahim[14]:48)
Mahsyar
merupakan tempat berkumpulnya seluruh manusia, sejak manusia pertama Adam As.
Hingga mereka yang menyaksikan hari kehancuran alam semesta. Seluruhnya akan
berkumpul dalam keadaan telanjang, tanpa selembar benang yang menutupinya.
Mereka tidak merasa risih dengan keadaan mereka atau sibuk memperhatikan aurat
sesama mereka yang tersingkap. Tak ada agi dalam benak mereka untuk memikirkan
hal –hal seperti itu, pikiran mereka disibukkan dengan keputusan yang akan
dijatuhkan kepada mereka. Urusan hari itu jauh lebih dasyatdari sekedar melihat
aurat, urusan saat itu merupakan penantian keputusan abadi, keputusan yang
berakhir kebahagiaan selamanya atau kesengsaraan yang tiada henti.
c.
Yaumul hisab
Yaumul
hisab merupakan hari dimana Allah swt menghadapkan hampa- hamba Nya dan
mengungkapkan kepada mereka perbuatan yang telah mereka perbuat dan perkataan
yang pernah mereka ucapkan. Allah beberkan keimana dan kekufuran, kelurusan dan
penyimpangan, serta ketaatan dan kemaksiatan yang telah mereka lakukan dalam
kehidupan didunia, lalu Allah pahala dan siksa yang mereka peroleh atas
perbuatan mereka . kanan jika mereka yang soleh, dan ditangan kiri jika mereka
orang yang bersalah.
d.
Pembagian Catatan Amal
Setelah
seorang hamba selesai menjalani proses pemaparan dan pertanggungjawaban atas
amal- amal perbuatannya, kepadanya akan diberikan buku catatan amal. Buku yang
ditulis malaikat yang senantiasa menyertainya itu mencakup lembaran – lembaran
yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan didunia. Semua amal
perbuatannya tercatat didalam buku tersebut.tidak ada sedikit pun yang luput
atau meleset.
Allah menggambarkan tentang peristiwa
tersebut dalam firman Nya :
Artinya:
dan pada hari itu engkau melihat tiap- tiap umat berlutut tiap – tiap umat
dipanggil untuk (melihat dan menerima)buku catatan amalnya. Pada hari itu
kalian diberi balasan terhadap apa yang kalian kerjakan. (Allah berfirman
inilah): “inilah buku catatan kami yang menuturkan terhadap kalian dengan
benar. Sesungguhnya kami telah menyuruh( para malaikat ) mencatat apa yang
kalian kerjakan.” (AL- Jatsiyah[45]:28-29)
e. Yaumul
mizan
Setelah manusia
menerima cacatan perbuatannya, maka bergeraklah mereka menuju mijan (
timbangan) untuk ditimbang semua amal perbuatan mereka. Detik – detik inilah
yang menegangkan, namun tidak ada harapan bagi ,mereka yang kufur. Bisa
dipastikan mereka akan menjerit histeris, melengking dan memekik penuh
ketakutan. Suara mereka habis, air mata mereka berganti dengan darah, nyawa
mereka hampir saja terbang saat menyaksikan bahwa timbangan kejahatan mereka
lebih berat dari kebaikannya. Orang – oarang munafik juga tak kala takut nya
mereka menyadari bahwa kelak akan memperoleh ganjaran akibat kejahatan mereka
didunia, akibat mulut mereka yang banyak berdusta, hati mereka yang kesat dan
busuk. Mereka yang tau bahwa kebaikannya lebih ringan dari kejahatannya akal
pulang penuh sesal, tngis mereka begitu menyayat, wajah mereka hitam ditimpa
kehinaan, mereka pulang dengan hati yang hancu. Lalu digirimg mereka menuju
jahannam. Naudzubillah min dzalik.
Allah
berfirman:
Artinya:
timbangan pada hari itu adalah kebenaran (keadilan). Maka barang siapa berat
timbangan kebaikannya, mereka itulah yang beruntung. Dan siapa yang ringan
timbangan kebaikannya, mereka itulah orang – orang merugikan dirinya sendiri,
disebabkan mereka selalu mengingkari ayat – ayat kami. (Al-A’raf[7]:8-9)
f. Ujian
untuk menentukan keimanan seseorang
Jika
seseorang telah melewati semua pos
perjalanan diatas, maka fase berikutnya yang takala menegangkan adalah pos
ujian untuk menentukan keimanan seseorang. Fase inilah yang akan membongkar
kedok kemunafikkan seseorang. Jika dalam faese- fase sebelumnya orang mukmin dan munafik disatukan
(karena orang munafik secara dhahir menampakkan keislamannya.maka pada fase ini
kenifakkan mereka akan terkuak hingga mereka tidak lagi bersama orang mukmin.
Pada
hari akhir dari masa – masa hari mahsyar, pada hamba yang digiring dandihimpun
menuju surga dan ada yang digiring menuju neraka. Adapun orang –orang kafir
maka setiap golongan dari mereka mengikuti sesembahan yang mereka ibadahi
dahulu. Orang – orang yang mengibadahi matahari, mereka akan mengikutinya, lalu
dihimpunya orang – orang kafir menuju neraka laksana pengumpulan ternak secra
kelompok- kelompok. Allah berfirman :
Artinya
: dan orang – orang kafir digiring menuju neraka dengan berkelompok – kelompok.
(Az-Zumar[39]:71)
g. Surga
dan neraka
Selanjutnya
perjalanan manusia beriman selanjutnya adalah menuju surga. Sedangkan orang –
orang kafir dan munafik akan dimasukkan ke neraka.
1.
Nama – nama surga
Surga
memiliki nama –naman yang disebutkan dalam AL-Qur’an dan sunah janahtul firdaus
yang merupakan tertinggi derajatnya, ia terletak dibawah arsyi Ar rahman.
Kemudian janatun na’im (yang penuh kenikmatan ), janatu adn, darussalam (negri
yang penuh keselamatan), janatul ma’wah dan daru khuldi.
2.
Bangunan surga
Bangunannya
terbuat dari batu bata emas dan perak, adukannya beraroma kasturi yang sangat
harum, krikilnya terbuat dari mutiara lu’luh dan yaquth dan tanahnya terbut
dari za’faran, seperti tepung putih yang beraroma kasturi.
3.
Pintu – pintunya
Seseorang
wanita yang rajin solat lima waktu dan shaum, lalu meninggal sedangkan suaminya
ridho, maka ia akan dipersilakan untuk masuk surga dari pintu manapun yang ia
sukai.
4.
Sungai- sungai disurga
Sungai
disurga adalah sesuatu yang pasti, ia terus mengalir dan tidak pernah berhenti,
terletak dibawah ghuraf(maghligai), istana – istana dan taman – taman penghuni
surga.
5.
Pohon, tanam, dan naungan disurga
Didalamnya
terdapat pohon yang apabila seseorang pengembara itu berjalan dibawah
naungannya selama seratus tahun ia belu keluar dari naungannya, pohon- pohonnya
kekal dan buahnya dekat lagi rendah menjuntai, sehingga mudah diambil.
6.
Buah –buah tanaman disurga
Buah
– buahan disurga banyak yang serupa dengan buah - buahan didunia, dilihat dari
benutk dan namanya, bedanya bahwa disurga buah tersebut tidak layu, busuk, tua
atau mengecil dan berkurang sebagaimana buah yang didiunia.
7.
Makanan dan minuman disurga
Penduduk
surga akan dihidangkan makanan dan minuman yang lezat yang sangat mengundag
selera, apapun yang mereka inginkan
pastimereka dapatkan.
Hidangan
bagi mereka yang pertama kali kali adalah daging hati ikan paus, kemudian
disembelihkan baginya sapi yang makanan sehari - harinya adalah rumput surga.
Adapun
tempat makanan dan minuman mereka berupa gelas dan piring yang terbuat dari
emas dan perak.
Artinya:
dan diedarkan kepada mereka bejana – bejana dari perak dan piala – piala bening
laksana kaca. Yaitu kaca – kaca yang terbuat dari perakyang telah diukur mereka
dengan sebaik-baiknya. (Al-Insan [76]: 15-16)
8.
Maghligai dan Istana Surga
Mahligai
dan istana surga terbuat dari emas dan mutiara terbaik yang sediakan bagi hamba
hamba-Nya yang beriman.
9.
Keadaan Para Penghuni Surga
Para
penghuni surga, mulus,tampan dan bercelak, mereka senantiasa muda dan
pakaiannya tidak pernah lusuh. Golongan petama yang masuk surga.
10.
Neraka
Lokasi
neraka jika surga dan neraka terletak dilangit ke tujuh, maka sebagian salaf
berkata bahwa neraka terletak didasar bumi yang ketujuh ( begitu pendapat Ibnu
Mas’ud dan lainnya). Namun para jumhur tawaqquf (berdiam diri) dalam masalah
ini, dan inilah pendapat masalh yang dipilih oleh As – Suyuthi dan waliyullah
Ad- Dahlawi.
11.
Pintu-pintu neraka
Jahanam
memiliki 7 pintu yang tiap – tiap pintu
telah ditetapkan golongan yang akan memasukinya. Allah berfirman :
Artinya
: dan sesungguhnya jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada
mereka ( pengikut-pengikut syaiton) semuanya. Jahannam itu mempunyai 7 pintu.
Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.
(Al-Hijr[15]: 43-44)
12.
Sumur dan jurang neraka
Kedalamannya
sebagaimana digambarkan Rasulullah swa, dalam riwayat muslim dari Abu Hurairah,
“pada suatu hari kami bersama nabi, lantas kami mendengar suara benda jatuh,
kemudian Rasulullah saw bersabda, “taukah kalian, suara apakah itu?” kami
menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui .” Nabi saw bersabda, “itu
adalah suara batu yang dikirim dari neraka jahannam sejak 70 tahun yang lalu.
Dan sekarang baru sampai kedasar neraka.
13.
Luas jahannam
Untuk
mengetahui luas dan besar jahannam, dapat dibayangkan seandainya jahannam
memiliki 70.000 tali kekang dan setiap tali kekang dipegang oleh 70.000
malaikat juga dengan mengetahui besarnya tubuh para penghuninya , yang
gerahamnya sebesar gunung uhud, jarak antara pundaknya sama dengan perjalanan 3
hari, tempat duduknya sejauh mekah dan madinah, bahwa seandainya seorang
penduduk neraka menangis, maka air matanya yang menetes dapat menjadikan sebuah
perahu berlayar diatasnya.
14.
Bahan bakar neraka
Allah
berfirman :
Artinya:
hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yng bahan bakarnya manusia dan batu. (At- Tahrim[66] :6)
Sebagian
mussafir mengatakan bahwa batu tersebut adalah batu korek atau batu belerang,
ada yang mengatakan batu berhala yang dahulu disembah oleh orang musyrik,
mereka menjadi bahn bakar neraka sebagai penghinaan atas sesembahan mereka,
begitu pula para penyembahnya.
15.
Makanan dan minuman dineraka
a.
Pohon Zaqqum, mayangnya seperti kepala
syetann, tumbuh dibawah dasar neraka jahim, setiap yang memakannya, maka
ususnya akan terburai
b.
Pohon Dhari, yaitu pohon duri yang
sangat keras, tidak dapat menggemukkan dan tidak dapat menghilangkan lapar,
karena ia menyumbat tenggorokan, tidak keluar dan tidak masuk kedalam perut,
demikian menurut Ibnu Abbas.
c.
Ghislin, yaitu nanah bercampur darah
yang keluar dari tubuh penduduk neraka.
16.
Pakain dineraka
a.
Pakaian dari qathiran yang terbuat dari
tembaga yang dilebur.
b.
Tikar dan selimut api (mihad dan
ghawasy)
17.
Kondisi penghuni neraka
a.
Wajah mereka cacat dan terbakar
b.
Setiap kulit mereka matang karena
terbakar, maka Allah akan mengganti kulit yang baru, begitulah seterusnya.
Penduduk
neraka akan mengeluarkan bau yang sangat busuk dari tubuh mereka
B. Ragam orientasi hidup manusia
Manusia
sebagai khalifatullah menempati posisi ganda (double position) diruang publik
(public sphere)yang sangat luas, mengelokkan dan menggiurkan siapapun yang
memandangnya secara makro. Disatu sisi merupakan agen pencerahan, namun pada
saat bersamaan manusia justru menjadi agen kerusakan(Al- fasid). Gambaran ini
menunjukkan konsekuensi manusia sebagai salah satu makhluk Allah yang
dikaruniai beberapa potensi, secara tidak langsung menghantarkan kesadarn
manusia akan keAgungan Allah dan keterbatasan hambanya sebagai makhluk-
Nya.untuk itu diperlukan penyikapan yang tegas dalam menempuh perjalanan hidup
ini, agar kehidupan dapat mendapat manfaat bagi dirinya dan orang lain,
sehingga dapat memperoleh kebahagiaan dan leselamatan hidup didunia maupun
akhirat.
Demikian, ada 2 hal yan harus
diperhatikan oleh setiap orang untuk menyikapi orientasi hidup, yaitu:
1. Orientasi
hidup yang salah
Sebagaimana disebutkan
dalam Al Qur’an QS. Al-Baqarah ayat 200 menyebutkan bahwa ada diantara manusia
yang orientasi hidupnya didunia hanya mengejar kenikmatan duniawi, sehingga ia
lupa bahkan tidak pernah memikirkan nasib hidupnya di akhirat kelak. Hal ini
sesuia dengan firmn Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 200 sebagai berikut:
Artinay: “maka dinatar manusia ada orang
yang berdoa: “ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) didunia” , dan tiadalah
baginya bahagia (yang menyenangkan) diakhirat.”
a. Obsesinya
hanya mengejar kenikmatan dunia, baik berupa wanita, anak, harta benda (seperti
: emas, perak, kendaraan, binatang ternak, sawah, ladang dll), karena
kenikmatan dunia itu merupakan daya tarik bagi mereka. Oleh karena itu, mereka
tidak memperdulikan waktu lagi, dimna siang dan malam hanya digunakan untuk
mengejar dan memperbanyak kesenangan hidup. Hal ini sesuai dengan firman Allah
dalam QS. Ali Imran ayat 14 sebagai berikut :
Artinya:
dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa- apa yang diingini,
yaitu : wanita – wanita, anak- anak harta yang banyak dari jenis emas, perak,
kuda pilihan, binatang – binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan
hidup didunia, dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).
b. Bertambahnya
ambisi untuk memperbanyak kesenangan hidup duniawi manakala melihat orang lain
memiliki kekayaan diatas dirinya. Hal ini dapat dipahami dari perilaku teman –
teman karun disaat melihat kemegahan karun. Sebagai mana firman Allah dalam QS.
Al- Qashash ayat 76.
Artinya
: maka keluarlah karun pada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang –
orang yang menghendaki kehidupan dunia: “moga – moga kiranya kita mempempunyai
seperti apa yang telah diberikan kepada karun, sesungguhnya ia benar – benar
mempunyai keberuntungan yang besar.
Ayat
ini menjelaskan dan mengingatkan pada seluruh manusia tentang karun ketika
keluar dari istananya dengan diiring- iringin pasukan keamanan yang lengkap,
terdiri dari pengawal , hamba sahaya, orang – orang sebagai kaki kanannya, para
kerabatnya, istri dan dayang – dayangnya, anak keturunannya. Hal ini dilalkukan
dengan tujuan untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya. Dalam kondisi
demikian, sebagian diantara manusia ada yang berdoa dan berkeinginan agar
kehidupan didunianya seperti yang diberikan oleh karun.
2. Orientasi
hidup yang benar
Allah tidak menghendaki
kehidupan didunia yang dilakukan oleh manusia sangat memberatkan, bahwa
sebaliknya yang dikehendaki Allah adalah kehidupan yang mudah. Untuk itu Allah
memberi petunjuk kepada mereka pada jalan yang harus dilaluinya, sebagaimana
firman Allah dalam QS.AL Baqarah ayat 256
Artinya : tidak ada paksaan untuk
(memasuki ) agama (islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada
jalan yang sesat.. karena itu barang siapa yang ingkar kepada thaghut [syaitan
dan apa saja yang disembah selain Allah] dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang keppada buhul tali yang amat kuat yang tidak
akan putus . dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.
Ayat ini dengan jelas bahwa Allah telah
menunjukkan jalan kehidupan yang harus dilalui oleh setiap manusia, yaitu jalan
menuju kebenaran (akan diuraikan) dan jalan menuju kesesatan ( baca pada bagian
diatas). Diantara kedua jalan ini, Allah mempertegaskan perbedaannya, begitu
juga dengan konsekwensi bagi setiap manusia yang menempuh jalan ini.
Siapan orangnya yang mengikuti jalan
yang benar, maka ia termasuk tergolongan orang – orang yang cerdas. Salah satu
indikatornya adalah mampu memanfaatkan potensi- potensi pemberian Allah kepada
dirinyamana yang harus digunakan dan mana yang tidak harus digunakan, sehingga
membawa manfaat bagi dirinya dan orang – orang disekelilingnya. Di samping itu,
dia selau menghitung dan mempertimbangkan secara cermat dan berhati – hatian
untung dan ruginya terhadap aktivitas yang dilakukanya, karena dia memahami
resiko yang dilakukannya akan berdampak pada kehidupan didunia, dialam kubur
dan dialam akhirat. Dia pun menyadari sepenuhnya bahwa apa yang dilakukan tidak akan terlewati oleh pantauan
Allah yang tercatat secara rapih oleh malaikat Raqib dan ‘Atib yang bertugas
mencatat amal perbuatanya (baca seluruh aktivitas), dan diakhirat nanti harus
dipertanggung jawaban.
Adapun
jaminan Allah yag diberikan kepada orang – orang yang mengikuti jalan yang
benar adalah:
a. Dimudahkan
ketika mendapat kesulitan, dicukupkan kebutuhan hidupnya dan diberi rizki yang
tak terduga, sesuai firman Allah QS. Ath Thalaq 2-3
Artinay
: (2) barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan
baginya jalan keluar.
(3)
dan memberikan rizki dari arah yang tiada disangka – sangkanyadan barang siapa
yang bertawakkal kepada Allah niscaya akan mencukupkan(keperluan)nya.sesungguhnya
Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah
mengadakan ketentuan bagi tiap – tiap sesuatu.
b. Dihapus
kesalahannya dan dilipatgandakan pahalanya, sebagaimana firman Allah dalam QS.
Ath – Thalaq ayat 5.
Artinya
: itulah perintah Allah yang diturunkan –Nya kepada kamu, dan barangsiapa
bertaqwa kepada Allah, niscaya dia akan menghapus kesalahan – kesalahannya dan
akan melipat gandakan pahala baginya.
C. Tujuan dan fungsi penciptaan manusia
1.
Tujuan Penciptaan Manusia
Segala sesuatu
ciptaan Allah yang ada dimuka bumi tidak ada yang sia-sia, bahkan seekor lalat
sekalipun, meskipun banyak mudaratnya menurut pandangan manusia. Pernyataan ini
akan berlanjut pada keberadaan manusia dimuka bumi sebagai khalifah, dengan
misi memimpin,mengelola, memakmurkan dan memelihara keselamatan alam semesta.
Untuk itu Allah menurunkan agama yang terakhir(islam) untuk dijadikan pegangan
hidupnya dalam rangka menjalankan tugas kehalifahan sesuai dengan maksud dan tujuan
Allah menciptakan manusia
Secara
normatif tujuan penciptaan manusia sesuai dengan firman Allah dalam
QS.Adz-Dzaariyaat ayat 56
Artinya:”
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.
Pengertian
menyembah dalam ayat ini bukan terbatas pada ritual keagamaan(ibadah) seperti
shalat,puasa,zakat dan haji akan tetapi lebih luas lagi. Sesuai dengan Al-Quran
surat Ali Imran ayat 191-192 :
Artinya:” (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami,
tidaklah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Ayat
ini bila dikaitkan dengan penciptaan manusia maka untuk bribadah dan mengandung
beberapa kriteria bagi orang-orang yang berakal sehat yaitu:
a. Mengingat
Allah dalam berbagai keadan baik dalam melakukan tugas pribadi, kepentingan
kemasyarakatan, kepentingan berorganisasi atau lembaga tempat mencari nafkah
maupun tugas dalam mengemban Negara, baik dalam kadaan susuah maupun senang.
b. Selalu
memikirkan penciptaan alam semesta, untuk melakukan penggalian makna terdalam
yang berada dibalik symbol penciptaan ini.
c. Percaya
dan yakin adanya Allah, serta mensuciksn dari segala sifat yang kurang.
d. Selalu
berdoa memohon ampun kepada Allah, terlebih yang bersangkutan merasa berbuat
salah atau melanggar atauran.
Bertolak
pada ayat tersebut maka tujuan manusia beribadah adalah untuk memenuhi tujuan
Allah menciotakan manusia . oleh karena itu
bila manusia beribadah, maka ia termasuk sebaik-baik manusia sedangkan
balasannya adalah surga. Sebagai mana firman Allah dalam surat Al-Bayyinag ayat
7-8
Artinya:” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh,mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balsan mereka di sisi Tuhan
mereka ialah Syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal
didalanya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekaridha
kepadanya, yang demikian itu adalah(balasan) bagi orang-orang yang takut kepada
Tuhannya.”
Adapun
manusia yang ingkar adalah sejelek-jelek manusia balasannya adalah neraka.
Seuai dengan firman Allah dalam QS. At Taubah ayat 3
Artinya:”Dan(inilah) suatu permakluman dari pada Allah
dan RasulNya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah
dan RasulNya berlepas dari orang-orangmusrikin. Kemudian jika kamu(kaum
musrikin) bertobatl itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, Maka
ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan
beritakanlah kepada orang-orang kafir(bahwa mereka akan mendapat)siksa yang
pedih.”
2. Fungsi
Penciptaan Manusia
Merujuk
pada penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah, maka fungsi manusia
diciptakan adalah sebagai khalifah-Nya. Sebagai mana firman Allah QS.
Al-Baqarah ayat 30 dan QS.Al-An’am ayat 165
Aryinya:”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada
Para Malaikat:” Sesungguhnya aku hendak menjadikan seseorang khalifah dimuka
bumi.” Mereka berkata:” Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) dibumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami
Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan Mensucikan Engakau?” Tuhan
berfirman:” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Al Baqarah ayat 30)
Artinya:
“Dan Dia lah yang menjadikan kamu
penguasa- penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas
sebahagiab(yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat ceoat siksaanNya dan
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al An’am ayat
165)
Kedua
ayat ini dengan tegas Allah menyatakan bahwa fungsi manusia dimuka bumi sebagai
khalifatullah, karena itu mereka bertugas menciptakan kemakmuran di dunia dan
membangun berbagai segi kehidupan. Mengingat tugas ini sebagai amanah dari
Allah maka setiap menjalankan tugas sebagai khalifah merupakan
pengabdian(ibadah) kepadaNya
Adapuntugas
yang dibebankan manusia banyak sekali diantaranya dalah:
a. Tugas
kehalifahan terhadap dirisendii, seperti menuntut ilmu pengetahuan yang berguna
bagi dirinya sendiri dan orang lain atau masyarakat secara umum dan menghiasi
diri dengan akhlak mulia yang harus disadari dan dilakukan setiap orang
b. Tugas
kehalifahan dalam keluarga atau rumah tangga, hal ini erat kaitannya dengan
penyaluran nafsu seksual dalam diri setiap orang yang bermoral. Namun dalam
menyalurkan seksualnya hanya pada suamo atau istri yang dinikahi dan sebaliknya
jika bukan pada pasangan yang dinikahinya maka disebut zinah.
c. Tugas
kehalifahan didalam masyarakat. Setiap manusia hidup di dunia tidak lepas dari
manusia lainnya karena saling membuthkan sehingga perlu mengadakan hubungan
positif dan bermanfaat bagi semuanya.
D. Hidup Sukses dalam Pandangan
AL-Quran
Dalam
kehidupan didunia manusia harus memlilih jalan hidup , yaitu jalan yang benar
dan jalan yang salah kedua jalan tersebut memiliki konsekuensinya
masing-masing.bagi orang-orang yang
mengandalkan perilaku hewani sehingga potensi nafsu lawwamah dan amarah lebih
dikedepankan maka termasuk orang-orang yang celaka. Sebaliknya siapapun yang
berusaha menggapai pada tingkatan manusia yang mulia maka dijadikanlah diri
mereka sebagai orang-orang yang bertaqwa. Untuk itu Al-Quran menjelaskan
tentang kehidupan manusia yang harus dilewati didunia , sehingga dapat meraih
kesuksesan dunia dan akhirat sebagai berikut:
1.
Menyeimbangkan Duniawi dan Ukhrowi
Dengan
memperhatikan potensi-potensiyang dimiliki setiap manusia, maka potensi potensi
tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal sesuai petujuk Allah. Dalam arti
ini manusia dituntut untuk melakukan pengembangan diri secara seimbang, antara
aspek spiritual yang mengarah hubungan kepada Allah juga mengembangkan fungsi
ilmu dan akal dalam memunuhi perintah Allah dibumi secara praktis. Dan ini
Nampak sempurna dengan diperkuat doa yang selalu dibaca yaitu dalalam
QS.Al-Baqarah ayat 201
Artinya
:”Dan diantara mereka ada yang berdoa:”
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan diakhirat dan
peliharalah kami dari siksa neraka.”
Dalam
memahami kebaikan dunia dan akhirat pada ayat diatas terdapat beberapa pendapat
yaitu:
a. Kebaikan
dunia akhirat tidak hanya berbentuk sesuatu yang baik dan bukan pula sifatnya
kesenangan dunia semata
b. Kebaikan
dunia akhirat tidak pula hanya berupa iman yang kokoh,sehat wal afiat, rezeki
yang memuaskan,pasangan yang ideal dan memperoleh keturunan yang soleh dan
solehah
c. Kebaikan
dunia akhirat tidak pula hanya bersifat keterbebasan dari rasa takut di hari
akhir, akan tetapi lebih dari itu yaitu memperolrh anugerah Allah yang tidak
terbatas
Dengan
kata lain memperoleh kebaikan adalah segala sesuatu yang menyenangkan di dunia
dan berakibat pula menyenangkan di
akirat. Untuk itu ada beberapa cara untuk meraih keseimbangan duniawi dan
ukrowi
a. Memahami
makna hidup, bahwa manusia hidup dimuka bumi tidak lepas dengan memilih jalan
hidupnya, ada jalan menuju kebenaran ada jalan menuju kesesatan
b. Memahami
Al-Quran sebagai petunjuk yang menerikan rambu-rambu kepada manusia, kemana dan
dimana jalan yang dapat dilaluinya untuk meraih keseimbngan duniawi dan ukhrowi
c. Mengasah
kepekan hati masing-masing, sebagai penasehat yang diberikan oleh Allah agar
memiliki signal yang kuat ketika akan membuka salah satu pintu kesesatan.
d. Menghindari
atau menepis perbuatan yang mengarah pada kemaksiatan atau dosa.
2.
Memiliki Keseimbangan antara Iman, Ilmu
Pengetahuan dan Keprkaan Emosional
Iman,
ilmu pengetahuan dan kepekaan merupakan potensial yang telah diberikan Allah
kepada manusia tanpa pengecualian sedikitpun. Oleh karena itu setiap orang
berhak menggapai ketiganya dengan cara menggabungkannya dengan akal fikiran dan
panca indera. Maka dilalah termasuk orang-orang yang memiliki kesungguhan dan
siap berkorban untuk menggapai cita-citanya sesuai dengan ketentuann Allah dan
RosulNya. Sesuai dengan firman Allah dalam QS.Al-Baqarah ayat 31
Artinya:” Dan
Dialah yang mengajarkan pada Adam nama-nama(benda-benda) seluruhnya, kemudian
mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman:” Sebutkanlah KepadaKu nama
benda-benda itu jika kamu memeang benar orang-orang yang benar.”
Ayat
ini menginformasikan bahwa manusia telah dianugrahi Allah potensi untuk
mengetahui nama ,fungsi dan karakteristik benda-benda juga berbahasa. Agar
tujuan mmeningkatkan keimanan ini tercapai,maka potensi iman dan kepekaan
emosional setiap insan harus dihidupkan dan maksimalkan. Dengan demikian tujuan
mencari,menggali dan mengembangkan ilmu adalah untuk (1) meningkatkan amal
ibadah yang dijatuhkan dalam mencari ridha Allah (2) meningkatkan kuliatas amal
saleh bagi kepentingan hidup kemanusiaan.
Adapun
cara yang ditempuh dalam mencari, menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan
melalui:
a. Panca
indera, seperti sama(pendengaran) yang biasanya bersifat verbal dan bashar(pengelihatan)
yang biasanya menghasilkan ilmu
b. Observasional-eksperiman,
seperti Allah mengajarkan Qabil cara mengubur mayat saudaranya (Habil) melalu
perantara burung menggali bumi untuk memperlihatkan pada Qabil bagaimana
seharusnya mengubur saudaranya
c. Pengamatan
eksperimental, seperti Allah mengajarkan hakekat kebangkitan melalui suatu desa
atau wilayah yang dinding-dinding
rumahnya roboh lalu menutup atap rumahnya
d. Eksperimen,
seperti Allah menunjukan kepada Nabi Adam a.s. bagaimana meghidupkan yang mati
menjadi hidup kembali
e. Akal,
kalbu atau fuad seperti menangkat ayat-ayat Allah pada kejadian alam semesta
Dampak negative jika memisahkan anatara iman, ilmu pengetahuan dan kepekaan
emosional terhadap pribadi seseorang
a. Seseorang yang mengandalkan ilmu pengetahuan yang luas,
tetapi lemah iman dan kepekaan emosionalnya, maka akan terjadi ketimpangan dan
membuat hidupnya dalam keadaan frustasi
b. Seseorang
yang memiliki iman yang kukuh, sedangkan ilmunya tidak berkembang dan kepekaan
emosionalnya sangat rendah, orang itu akan mengalami hidup seperti orang yang tidak mampu berbuat sesuatu
c. Seseorang
yang kepekaan emosionalnya kuat, namun tidak didasari dengan ilmu, kemungkinan
besar orang itu dalam kehidupannya serampangan, mengingat energy dalam
menggerakan dirinya luar biasa besarnya namun tidak memperhatikan dan
memperhitungkan segi positif dan negatifnya.
BAB III
A.
KESIMPULAN
Bahwasanya Keberadaan manusia yang mudah untuk
dikenali adalah bentuk fisik atau tubuhnya. Penciptaan manusia pertama (Adam
As) Al – Qu’ran tidak menguraikan secara
rinci proses penciptaan Adam yang mayoritas ulama menamai manusia pertama, dan
secara garis besarnya yang disampaikan adalah (1) bahwa awal manusia adalah
tanah, (2) bahwa tersebut disempurnakan. (3) setelah nproses penyempurnaan
selesai, maka ditiupkan kepada RUH Ilahi, sebagaimana firman Allah dalam QS.
Al-Hijr 28-29 dan QS. Shad 71-72. Hari berbangkitnya seluruh makhluk Ditiupnya
dapat dibayangkan bagaimana nasib manusa – manusialah yang menyaksikan
hancurnya alam semesta. Saking dasyatnya ada diantara mereka yang tengah hamil
kemudian gugur kandungannya seorang ibu yang tengah menyusui bayinya secara
tidak sadar melempar bayinya lalu berlari untuk mencari keselamatan. Hari
kebangkitan semua yang mati, Mereka dibangkitkan sesuai dengan kondisi masing –
masing sebelum mereka meninggal dunia . jika kehidupan diakhiri dengan
kesyahidan, dengan kondisi darah yang menetes, maka dihari kiamat nanti akan
menghadap Allah dengan pakaian dan tubuh yang berlumur darah, warna nya merah
namun harumnya semerbak misik. Segala
sesuatu ciotaan Allah yang ada dimuka bumi tidak ada yang sia-sia, bahkan
seekor lalat sekalipun, meskipun banyak mudaratnya menurut pandangan manusia.
Merujuk pada penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah, maka fungsi
manusia diciptakan adalah sebagai khalifah-Nya. Sebagai mana firman Allah QS.
Al-Baqarah ayat 30 dan QS.Al-An’am ayat 165. Hidup Sukses dalam Pandangan
AL-Quran Menyeimbangkan Duniawi dan Ukhrowi, Memiliki Keseimbangan antara Iman,
Ilmu Pengetahuan dan Keprkaan Emosional.
B.
SARAN
Kami menyadari maakalah
yang berjudul orientasi kehidupan manusia ini masih memiliki banyak kekurangan
dari segi penyusunan maupun isi materi
yang kami tuangkan , oleh karena itu kami sanagt mengharapakan kritik dan saran
demi perbaikan kami selanjutnya.
Kami juga berharap
makalh ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya umat muslim di seeluruh
dunia, serta dapay meningkatkan ilmu dan pengetahuan dalam bidang orentasi
kehidupan manusia.
c.
DAFTAR
PUSTAKA
Romlah,dkk.2012.Al
Islam dan Kemuhammadiyahan II Aqidah dan Ibadah.Malang:UMM Pres
Bagus makalah nya menjelaskan detail tentang manusia dan kehidupan
BalasHapus